Oleh: putuyoga | September 7, 2007

Bali Menuju ”Herbal Garden”

Bali yang telah terkenal dengan wisata keluhuran budaya serta keindahan alam, semestinya dapat dikembangkan menjadi pulau organik (organic island) maupun herbal garden mengingat kekayaan yang dimiliki, termasuk keberadaan tanaman obat dan lontar usada yang sangat terkenal.

Demikian terungkap dalam seminar Konservasi Tumbuhan Usada Bali dan peranannya dalam mendukung ekowisata, yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) UPT Balai Konservasi Tumbuhan di Kebun Raya Eka Karya Bedugul Kamis (6/9) kemarin.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof. Dr. Endang Sukara, dalam sambutannya menyatakan sebagai pulau yang kaya dan subur, Bali memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi pulau organik maupun sebagai taman herbal di dunia. Demikian pula ilmu pengobatan Bali yang terangkum dalam lontar usada merupakan pengetahuan tumbuhan obat yang sangat baik, yang dapat digunakan oleh masyarakat lokal maupun dijual pada masyarakat dunia. Hanya perlu dikombinasikan dengan penelitian dan pengetahuan ilmiah.

Namun sayangnya, Sukara menyoroti belum adanya target dan upaya hak paten serta promosi akan ramuan tradisional yang dapat dilemparkan kepada masyarakat dunia sebagai bentuk pengobatan alternatif.

Dalam seminar yang diikuti sekitar 100 peserta ini, empat makalah utama disajikan, baik dari LIPI, Unud, UNHI, dan UGM. Prof Dr. Jai Singh Yadav, profesor tamu dari UGM mengulas sistem pengobatan tradisional mengalami tantangan berat karena berhadapan dengan sistem pengobatan allophathy yang gencar dipromosikan oleh perusahan farmasi negara barat yang relatif miskin sumber daya nabati dan hayati.

Prof. Dr. Ngurah Nala menyampaikan diperkirakan terdapat sekitar 50 ribu lontar usada yang memuat 491 jenis tumbuhan obat di seantero Bali. Berbagai ulasan tanaman obat juga disampaikan oleh beberapa pemakalah lainnya seperti dr. I Made Maitriya, Ir Mustaid Siregar, Dr. IGP Suryadharma dan lainnya.


Tanggapan

  1. Dimana aku dapat mencari daun sambung nyawa di pulau Bali berhubung saudaraku yang sakit tinggal di Bali


Beri tanggapan

Your response:

Kategori